Saturday, February 2, 2008

Jalan Panjang Karier Politik Pak Harto

Soeharto adalah tokoh dengan banyak pro kontra. Bagi pendukungnya, Pak Harto adalah pahlawan yang membangun ekonomi Indonesia. Tapi bagi penentangnya, pria kelahiran Kemusuk ini dinilai sebagai pemimpin antidemokrasi. Dia dipuja sekaligus dihujat. Namun demikian nama Soeharto tetap merupakan magnet bagi kawan dan lawan. Bahkan saat ia menghabiskan sisa waktunya di rumah sakit hingga ajal menjemput pada Ahad, 27 Januari 2008.


Tahun 1967 merupakan momen penting dalam sejarah bangsa Indonesia dan hidup seorang jenderal bernama Soeharto. Sesuai Surat Perintah Sebelas Maret, Pak Harto mulai menggantikan Bung Karno sebagai pejabat presiden. Setahun kemudian tepatnya Maret 1968, Pak Harto disahkan sebagai presiden kedua Indonesia oleh Majelis Permusyarawatan Rakyat Sementara.


Kontroversi mewarnai perjalanan karier Pak Harto. Dia disanjung, ditakuti, dan dihormati saat berkuasa. Namun segera setelah lengser, hujatan bahkan cacian mendera Pak Harto. Terlepas dari perasaan atau emosi, sejarahlah yang paling jujur berbicara akan sosok tokoh yang paling lama memimpin negeri ini.


Berbeda dengan kepemimpinan Bung Karno yang penuh konfrontasi dan ketidakstabilan, Pak Harto mengusung era baru. Visi bernama Orde Baru. Segera setelah menjabat presiden, Soeharto langsung membenahi kekacauan ekonomi yang ditinggalkan Soekarno. Untuk membereskannya, Pak Harto berpaling pada tim ekonom didikan Barat.


Pembangunan ekonomi menjadi target utama. Bila sebelumnya negatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi positif bahkan naik pesat. Sampai-sampai pada dekade 1980-an, dia dijuluki Bapak Pembangunan karena berhasil mewujudkan swasembada pangan.


Di bidang kesehatan, Soeharto memulai kampanye Keluarga Berencana untuk mengendalikan jumlah penduduk. Program yang dinilai sukses secara internasional ini menjadikan Indonesia sebagai negara percontohan dan mendapat penghargaan dari Perserikatan Bangsa Bangsa. Tahun 80-an hingga 90-an, Indonesia mengalami kejayaan ekonomi. Indonesia nenjadi negara yang disegani di Asia.


Dalam upayanya menyederhanakan kehidupan berpolitik di Indonesia, Soeharto melakukan penyatuan partai-partai politik. Kontras dengan hingar-bingar masa Bung Karno. Dalam proses itu, Golongan Karya berkembang menjadi golongan penguasa yang selalu memenangkan Pemilihan Umum semasa Orde Baru. Oposisi hilang dan kekuatan masyarakat melemah.


Tekanan atas kebebasan politik belakangan menjadi salah satu sumber keluhan masyarakat terhadap Soeharto. Kalangan aktivis menilai almarhum sebagai sosok antidemokrasi dan cenderung otoriter. Jauh sebelum reformasi 1998, protes masyarakat muncul. Peristiwa Malapetaka 15 Januari 1974 atau Malari, contohnya. Massa turun ke jalan menentang modal asing yang selama ini menjadi salah satu pilar program ekonomi Soeharto.


Petaka datang di tahun 1997. Krisis monoter dan ekonomi menghantam negara-negara Asia. Demostrasi mahasiswa yang berlangsung dalam waktu lama membuat situasi Tanah Air begitu genting dan tegang. Namun aksi massa disambut kekerasan aparat. Massa mengamuk. Jakarta membara. Inilah salah satu demonstrasi jalanan terbesar sebelum reformasi 1998.


Posisi Soeharto semakin terpojok. Orang-orang kepercayaan justru berbalik mendukung mahasiswa dan meninggalkannya. Bahkan Ketua MPR/DPR Harmoko yang sebelumnya paling lantang meminta Soeharto melanjutkan lagi jabatannya sebagai Presiden tiba-tiba berubah. Saat itu, Harmoko dengan tegas meminta Soeharto turun.


Sebuah keputusan tak terduga datang. Tanggal 21 Mei 1998, Soeharto memutuskan mengundurkan diri sebagai Presiden. Dari saat itulah hingga kini, Indonesia memasuki babak baru bernama Reformasi



liputan6

Perjalanan menuju pemakaman Astana Giribangun yang terletak di Desa Karang Bangun, Kecamatan Metesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, terasa menyenangkan. Ini disebabkan pohon pinus yang rindang di kedua sisi jalan beraspal yang berkelok-kelok dan mendaki serta udara yang cukup sejuk.

Perjalanan menuju pemakaman Astana Giribangun yang terletak di Desa Karang Bangun, Kecamatan Metesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, terasa menyenangkan. Ini disebabkan pohon pinus yang rindang di kedua sisi jalan beraspal yang berkelok-kelok dan mendaki serta udara yang cukup sejuk.

Pemakaman yang didirikan pada 1974 ini dibangun di atas lahan seluas 729 meter persegi. Pemakaman ini terbuka untuk umum dengan jam berkunjung dari pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB. Untuk merawat dan menjaga pemakaman ini, sebanyak 22 pegawai bertugas secara bergantian.

Saat Soeharto masih menjadi presiden, pemakaman Astana Giribangun ramai dikunjungi peziarah. Namun sejak datangnya era reformasi, di masa kejatuhan Presiden Soeharto, pemakaman ini sepi pengunjung.

Begitu memasuki kompleks pemakaman, motif arsitektur makam yang berbentuk semi Joglo terlihat sangat bernuansa Jawa. Pemakaman ini terdiri dari beberapa bangunan dan Cungkup Argo Sari yang merupakan bangunan utama pemakaman Astana Giribangun. Di sinilah jasad Siti Hartinah Soeharto atau Ibu Tien Soeharto disemayamkan.

Bangunan dengan konstruksi beton bertulang ini seluruhnya dilapisi kayu jati dan tembaga. Sementara lantai makam dan batu nisan keseluruhannya terbuat dari marmer yang didatangkan langsung dari Tulungagung. Sedangkan kayu ukir-ukiran yang menghiasi makam didatangkan dari Serenan Sukoharjo.

Selain makam Ibu Tien, masih ada tiga makam lainnya yang ada di bangunan utama ini. Yaitu makam orang tua Ibu Tien, KPH Sumoharyomo, Raden Ayu Kanjeng Sumanthi Sumoharyomo, dan juga kakak kandung Ibu Tien, Raden Ayu Siti Hartini Oudang. Selain itu ada satu makam yang disiapkan di samping makam Ibu Tien yaitu makam Pak Harto.

Nampaknya Pak Harto sudah merencanakan dengan matang. Sehingga peristirahatan terakhir untuknya sudah dibangun jauh sebelum ia wafat



liputan6

Dalam Sepekan Peluang Hujan Masih Tinggi

Badan Meteorologi dan Geofisika menyatakan peluang hujan di pekan depan masih tinggi. "Hujan masih akan turun dengan intensitas ringan dan sedang," kata Kepala Sub-direktorat Informasi Meteorologi Badan Meteorologi dan geofisika Kukuh Ribudiyanto kepada Tempo, Sabtu (2/2).

Kalaupun ada hujan lebat, ujar dia, tidak akan turun seharian. "Lebat ada tapi durasinya sebentar," kata Kukuh. Intensitas itu dibawah hujan yang membanjiri Jakarta kemarin. Hujan itu turun jauh melebihi perkiraan BMG.

"Kami perkirakan turun hujan lebat, ternyata turun sangat lebat," kata Kukuh. Pantauan BMG mendapati hujan kemarin turun dengan intensitas mencapai 300 milimeter per hari di Cengkareng dan 171 milimeter per hari di Jakarta Pusat. Padahal hujan lebat berintensitas 50 sampai 100 milimeter per hari.

Menurut Kukuh, hujan sangat lebat seperti kemarin dapat dipantau warga dengan mengamati langit. "Seluruh penjuru tertutup awan sangat tebal dan hitam," kata dia. Awan seperti itu mengandung banyak uap air yang siap mengguyur daratan.

BMG mencatat terdapat 11 kecamatan yang berpotensi banjir tinggi, yaitu Cengkareng, Cipayung, Ciracas, Grogol Petamburan, Kalideres, Kebayoran Baru, Kramat Jati, Makasar, Mampang Prapatan, Pasar Minggu dan Tebet. Sementara ada 13 kecamatan yang terancam banjir dengan potensi sedang, yaitu Jatinegara, Kalideres, Kebon Jeruk, Kelapa Gading, Kemayoran, Koja, Menteng, Pademangan, Penjaringan, Sawah Besar, Senen, Tanah Abang dan Tanjung Priok.

Menurut Kukuh, perkiraan daerah rawan banjir itu masih bisa berkembang. "Kami hanya melihat dari prakiraan hujan," kata dia. Sementara, lanjut Kukuh, penyebab banjir juga ditentukan oleh banyak faktor lain seperti kontur tanah dan drainase.


Reza Maulana

Akibat Banjir Jakarta, PLN Rugi 3,5 Miliar

Hujan deras dan banjir di Jakarta menyebabkan PLN Distribusi Jakarta dan Tangerang diperkirakan mengalami kerugian Rp 3,5 Miliar.

General Manager PLN Jakarta dan Tangerang, Fachmi Mochtar mengatakan kerugian itu merupakan potensi kehilangan energi yang disalurkan kepada pelanggan, belum termasuk perkiraan kerusakan infrastruktur.

"Kehilangan kesempatan menjual listrik diperkirakan Rp 3,5 miliar," kata Fachmi kepada Tempo dalam pesan pendeknya, Jumat (1/2).

Menurut Fachmi, 999 gardu distribusi harus dipadamkan untuk keamanan dan keselamatan masyarakat serta instalasi listrik karena banjir tersebut. Pemadaman listrik akan berlangsung sampai air banjir surut dan situasi dinilai aman.

General Manager PLN P3B Jawa Bali Muljo Adji mengatakan, sampai sore ini, keadaan sistem tegangan tinggi di gardu induk dan transmisi masih aman. "Tapi di sisi sistem tegangan rendah, memang ada gardu distribusi yang sudah dipadamkan," katanya.

Sampai pukul 16.00 sore ini, lanjut Muljo, total jumlah gardu distribusi yang padam akibat banjir sebanyak 978 buah. Dengan perincian, Area Jaringan Gambir 198 unit, Kebayoran 102 unit, Tangerang 676 unit dan Kramat Jati 2 unit.


Nieke Indrietta